barusan gue liat berita di tv one , George Aditjondro sang penulis buku “membongkar gurita cikeas” buku yang lagi kontroversial banget ituh, melakukan pemukulan terhadap Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ramdhan Pohan, tadi sih waktu gue lihat hidung bagian atas ramdhan Pohan sampai kemerah2an (mungkin memar), dan yang lebih hebat lagi pemukulan itu dilakukan di depan para wartawan berita, karena pada saat itu sebenarnya adalah acara diskusi buku bertajuk “Bongkar Budidaya Gurita KKN di Cikeas”. jika melihat kejadian itu pasti sebagian besar orang akan menyalahkan George Adijondro. sebagaimana hal yang pernah sang maestro lapangan hijau Zinedine Zidane dulu saat menadukan kepalanya ke pemain belakang italy di final Piala Dunia 2006 silam. dia menjadi bahan cemo’ohan, dan menjadi orang yang paling disalahkan atas kegagalan perancis mengalahakn italy waktu itu.
Banyak orang mungkin akan menyalahkan George Adijondro kenapa harus menggunakan kekerasan. menurut pendapat gue pribadi, yang memukul bukan berarti yang salah, lihat dulu lah apa alasan beliau (George) melakukan pemukulan itu. jika menengok insiden yang terjadi antara Zidane dan Materazzi 2006 silam yang ternyata materazzi melakukan provokasi berlebihah terhadap Zidane sehingga Zidane tidak dapat menahan emosinya dan terjadilah insiden itu. siapa coba yang ngga marah kalau adiknya dibilang sundal (pelacur). kembali lagi ke insiden George vs ramdhan tadi, dalam benak gue muncul pertanyaan provokasi seperti apa yang telah dilakukan ramdhan sehingga membuat geroge tak bisa menahan emosi lalu memukulnya. karena sebelum insiden pemukulan itu terjadi, mereka berdua sempat terlibat adu mulut.
pada setuju kan kalau gue bilang kesabaran manusia tuh ada batasnya, bayangkan jika kita telah buat suatu karya, buka misalnya, dengan susah payah akhirnya karya (buku) kita itu kita rampungkan dan hasilnya pun sangat memuaskan. apa yang akan kita lakukan jika ada orang yang menghina karya (buku) kita itu, dengan mengatakan bahwa buku itu tidak lebih dari sebuah hasil berhalusinasi dan sama sekali bukan kajian yang dapat dipertanggung jawabkan. jujur klo gue akan ngelakuin hal yang sama seperti dilakukan george aditjondro, hajar bleh.. hehe.. sampai saat ini gue masih menganggap apa yang telah dilakukna zidane 2006 silam adalah benar maka pada kasus George vs ramdhan ini, jika memang provokasi yang dilakukan ramdhan berlebihan maka gue berpendapat apa yang telah dilakukan George Aditjondro adalah benar juga.

Popularity: 9% [?]
Kata kunci artikel:
- zinedine zidane (5) | adiknya zinedine zidane (2) | zidane zidane (2) | Adijondro (1) | zinedine zidane memukul (1)








analogi yang hampir sama, sama-sama emosi menghadapi lawan yang melecehkan. Disini si lawan pandai memainkan emosi dan situasi, tapi kabar ini agak terhenti dengan wafatnya gus dur. Met tahun baru…
hmmm…memang bener-bener beda,,,hajar bleh….
itulah…
makanya klo kesabaran batasnya terlalu pendek..
menurut sy malah Acon yg rugi, krn para pendukung tentunya akan kecewa .. minimal dukungan sblm nya yg sdh terbangun mungkin akan sedikit terkikis juga dg kej tsb.
bgt juga dg sang maestro lapangan hijau Zinedine Zidane.. krn esmossiiii… jd begitulah….
rugi juga.. *duuh….
Selamat tahun Baru 2010, semangat baru, dan kreatifitas baru…
Salam dan Sukses Selalu.
Selamat Tahun Baru bro.
Semoga semakin sukses dan bahagia.
Salam Damai.
Selamat Tahun Baru 2010
Salam Hangat Selalu
AbulaMedia.com
wah saya telat dapet ini buku, sebenarnya pengen baca isi ini buku. tapi ditarik lagi dari peredaran. seperti apakah kenyataan yang sebenarnya yang jelas, seharusnya bapak kita yang terhormat George Adhicondro harusnya tidak seperti itu membalasnya sih, adu argumen dilawan dengan argumen, kenapa harus dengan kekerasan. bukankah jika memang dia siap menerbitkan buku berkelas kontroversial dia harus siap juga dengan segala argumen yang dilempar lawan yang tidak setuju?
terkadang dengan kekerasan memang tidak akan menyelesaikan masalah..apalagi kalo sudah emosi yang bermain..bisa-bisa yang terjadi malah hanya saling hujat,saling maki dan mungkin smapai kekerasan yang terjadi…
begitulah manusia memiliki tingkat kesabaran yang berbeda-beda..dan juga memiliki argumentasi yang berbeda-beda pula…ada yach menganggap yang memukul itu salah padahal belum tentu apalagi belum mendengar alasan yang jelas…
tapi sekali lagi…”apapun yang kita anggap benar haruslah di perjuangkan aplagi itu menyakut hak asasi kita….”
kurasa zidane dan george sama-sama mempertahan kan prisnsipnya kalo merka benar….
btw selamat tahun baru yach…
semoga semakin bertambahnya tahun dan juga semakin bertambahnya usia kita bisa melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat…amien….
SELAMAT TAHUN BARU 2010…HIDUP BARU DAN SEMANGAT BARU BUAT KITA SEMUA…SALAM SUKSES SELALU…
***BABESAJABU***
SALAM PERSAHABATAN…
@Mas Yos
Selamat tahun baru 2010, mari kita awali dengan niat dan kemauan yang kuat semoga Allah melancarkan dan memudahkan semua usaha kita, Amin.
Salam hangat selalu,
#Haniifa.
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Mungkin dari lapangan bola beralih ke media massa. Semoga saling koreksi.
Yang salah bisa jadi yang sengaja memprovokasi George (Ramadhan Pohan). Lagipula, kalo emang isi bukunya ngawur, lebih baik dibales dengan buku juga. Biar pembaca bisa punya perbandingan data dan argumen
Menurut saya tindakan kekerasan, apapun alasannya tidak dapat dibenarkan, karna pasti ada solusi yg lebih baik dari sekedar meluapkan emosi dgn melayangkan jotosan atau tandukan…
Selamat tahun baru 2010 Yos, semoga kesuksesan menyertai Yos dan keluarga… Dan semuanya akan lebih baik lagi dibanding tahun2 sebelumnya…
Hajar Bleh